Selamat Tahun Baru, Mari Merayakan Rindu!

selamat tahun rindu

Tahun baruku adalah kamu, yang selalu dirayakan
meski tak pernah dimenangkan.
Di dalamnya, luka dan suka pernah dikisahkan
walau tak pernah disimpulkan.

Tahun baruku menyelinap di matamu
yang selalu menangkap keindahan
dari segala sudut pandang.

Tahun baruku bersama bibir dan lidahmu yang merah basah
ketika bergerak kompak mengamini setiap keberanian akan harapan masa depan.

Kau tahu, terompet yang kutiup adalah alat musik
yang dihasilkan dari getar rindu paling klasik.
Dendang nyeri masa silam, yang sesungguhnya sama sekali enggan aku ulang.

Ketahuilah, bahwa dulu tawa lepasmu adalah hiburan yang meriahnya lebih dari letusan kembang api.
Ceriamu mengalahkan tipuan kemegahan bahan peledak apapun yang pernah dipamerkan manusia.

Kala itu, diwarnai jingga senja, matahari ditenggelamkan.
Kita, pengharap sejuta cinta, terdiam dibius kegelapan alam. Hening di antara gelombang pasang. Bersama kita pernah dilukiskan malam. Diawetkan pikiran, dikekalkan kenangan.

Pada ancaman dingin paling genting, kita sama-sama berkhianat atas nama hangat, di saat semua resolusi tidak memungkinkan, hanya pelukanlah satu-satunya jalan
yang diambil untuk membuat saling dekat dan merasakan.

Terkadang aku berkhayal menjadi pendaki hatimu untuk menggapai puncak tertinggi cintamu lagi. Apabila lelah dan jarak semakin jauh, aku menjelma api unggun, meski berkali-kali dirusuh angin gunung, bara api rindunya tetap mengalun.

Sejauh rindu menghujam, inilah puncak pergantian tahun yang paling kurahasiakan, yang terbata-bata kala diresolusikan, yang tabu untuk diucapkan, dan sesungguhnya, yang naif untuk dituliskan.

Saat ini, di penghujung tahun, aku terjebak lamun.

Selamat merayakan tahun rindu!

31 Desember 2014

30. December 2014 by Ari Komarudin
Categories: Uncategorized | 2 comments

Comments (2)

Leave a Reply

Required fields are marked *